Maaf, bukan maksudku untuk menjadikanmu boneka dalam kisah ini. Sungguh
aku tak bermaksud seperti itu. Atas nama persahabatanlah aku lakukan
semua ini. Bukan maksudku tak menggangapmu ada. Andai saja aku bisa
mengatakan semua kenyataan ini. Biarlah gemuruh petir dan derasnya hujan
di malam ini yang menjadi saksi. Maaf bukan maksudku merekayasa
keadaan.
Sungguh aku tak bermaksud mempermainkan takdir. Maaf, bukan maksudku
membohongi nurani. Hanya saja aku tak sanggup melihat kenyataan. Apakah
kau percaya bahwa tiap kisah cinta itu selalu happy ending? Aku tak
pernah percaya itu. Adakalanya kisah cinta itu bukan happy ending.
Apakah kau ingat kisah cinta Romeo and Juliet atau kisah cinta Laila
Majnun? Jadi kau tak perlu khawatir. Tak selamanya kisah cinta selalu
berakhir dengan senyuman.
Apakah kau tahu mengapa aku lebih memilih persahabatan daripada cinta?
Pasti kau tahu apa jawabnya. Pengorbanan sahabatku untuk mendapatkan
cintamu lebih besar. Aku sendiri yang melihatnya. Saat hujan deras di
sore hari, ketika dia mendengar kau jatuh sakit, dia berlari tak
meperdulikan hujan dan senandung petir yang bergemuruh. Padahal saat
itu, tak ada satu kendaraan umumpun melintas. Dia terus berlari menuju
rumahmu yang terletak tidak jauh dari taman kota tempat kita biasa
menghabiskan waktu untuk melihat pelangi setelah hujan. Tapi sayang,
saat itu kau sedang tertidur lelap dan dia tak berani mengusik alam
mimpimu. Apa itu belum cukup untuk membuktikan cintanya? Oh ya, apa kau
juga masih ingat ? Saat kau lupa membawa peralatan untuk melukis,
padahal waktu itu kita sedang ujian praktek menggambar. Dia yang
memberikan semua perlatan melukisnya untukmu.
Dia rela dihukum di bawah terik matahari demi kau. Apa itu semua masih
belum cukup?Maaf kalau aku tak pernah melakukan apa-apa demi kau. Karna
itu, aku menginginkanmu untuk merajut kisah cintamu dengan sahabatku.
Aku yakin kisah itu tak akan berakhir dengan air mata. Aku yakin Romeo
and Juliet ataupun Lailai majnun tak akan terjadi pada kisah kalian.
Yakinlah kasih! Bukan dengaku kisah itu akan berakhir bahagia. Anggaplah
ini semua pengorbanan cintaku untukmu. Biarlah aku sendiri yang
merasakan akhir yang menyedihkan. Karna ini adalah pengorbanan dan bukan
kekalahan. Kau tak perlu khawatir. Jika kau perduli denganku, pergilah
bersamanya dan ciptakan kisah cinta yang indah. Kelak jika waktu
mempertemukan kita kembali, ceritakanlah kisah indah itu padaku. Agar
aku percaya bahwa masih ada kisah cinta yang berakhir dengan senyuman.
Jika waktu tak berpihak, biarlah kisah cinta yang indah itu terlukis
pada rangkaian warna pelangi yang akan muncul setelah hujan atau
terangkai pada nyayian pipit yang menyambut senyum sang mentari dan
bersinar bersama cahaya kunang-kunang di tengah redupnya alam.
Kasih percayalah, Hujan kemarin sore akan memunculkan pelangi yang
keindahannya kekal di hati tiap insan yang memiliki cinta. Tenanglah
kasih! Jangan kau pedulikan tangisku karna ini tangis yang akan
melahirkan pelangi adi warna. Aku yakin, dengan kelembutan dan
kehangatan yang dimiliki sahabatku, pelangi itu akan selalu hadir di
hatimu sebagai insan yang memiliki cinta.
<iframe src="http://www.stafaband.info/embed-26705.html" width=310 height=70 scrolling="no" frameborder=0></iframe>